Assalamualaikum Tholabul ilmi sejati terimakasih atas kunjunganya di link ini semoga bermanfaat untuk kita semua.dan semoga Alloh memberikan Hidayah taufik untuk kita silahkan kritik dan saran antum

Jumat, 20 Agustus 2010

MANHAJ SALAF

1. Ahlussunnah dalam menjalankan agama hanya berdasar pada Al Kitab dan assunnah. Cirinya yaitu dengan mendahulukan apa yang difirmankan Allah atas ucapan seluruh manusia, dan mendahulukan petunjuk Rasulullah atas seluruh petunjuk lainnya serta mengikuti jejak beliau secara lahir dan bathin. Banyak sekali kok ayat dan hadist yang menyatakan tentang masalah ini.

2. Ahlussunnah dalam memahami agama (al-Qur''an dan Hadist) hanya berdasarkan pemahaman para salafush shalih bukan atas pemahaman nafsu golongan atau pribadi. Semua dikembalikan kepada pemahaman mereka. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Qoyyim Al Jauziah (kamu tahu khan siapa beliau ? Ulama besar murid terkasih Ibnu Taimiyah !Umat bilang beliau seorang dokter hati) berkata, Sesungguhnya pengambilan dalil yang terbaik atas makna ayat-ayat Al Qur''an adalah dengan cara mengambil apa yang telah diriwayatkan oleh orang-orang tsiqat (terpercaya) dari Rasulullah kemudian mengikuti apa-apa yang telah dijelaskan oleh para sahabat, tabi''in dan Aimatul Huda (para imam).

3. Dakwah ahlussunnah adalah dakwah yang gampang dan mudah, ia dapat diterima siapa saja dan dimana saja, dengan mendasarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah dan dilaksanakan para sahabat. Coba lihat sabda baginda Rasulullah, Sesungguhnya dien (agama) ini mudah, tidaklah sesorang itu berlebihan dalam menjalankan agama melainkan pasti akan kesulitan sendiri. (HR. Bukhari). Dengan berdasar pada sabda baginda ini ahlussunnah hanya menjalankan apa yang diajarkan Rasuullah dengan tanpa menambah atau menguranginya (berlebihan). Ajaran inilah yang merupakan ajaran paling gampang dan mudah dilaksanakan serta sesuai dengan fitrah manusia. Semuanya bersih dari kesemrawutan, berlebihan atau menyepelekan. Ahlussunnah selalu berada di tengah-tengah yaitu tidak berlebihan dan tidak pula menyepelekan.

Mengamalkan seluruh ajaran agama ini dan beristiqamah di dalamnya baik berupa aqidah, pemikiran, akhlak, ucapan, dan semuanya. Selalu berusaha menentang dan menjauhi setiap apa yang tidak sesuai dengan apa-apa yang dipahami oleh para salafush shalih.

Berdakwah kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan faktor-faktor tertentu atau tingkatan-tingkatan manusia. Jadi ahlussunnah bukanlah dakwah golongan tapi dakwah finaas bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali, sebagaimana firman Allah dalam surat Saba'' : 38 berikut ini,

Dan kami tidak mengutus kamu melainkan untuk seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.(Saba'' :38)

Nah, dari semua yang sudah dijelaskan di atas tentunya sekarang antum sudah bisa mengenali siapa ahlussunnah itu. Banyak orang yang mungkin akan mengatakan ahlussunnah sebagai orang yang fanatik, kolot, ketinggalan jaman, fundamentalis, ortodoks dsb... mungkin bisa dijawab, Ya memang... karena ahlussunnah akan selalu berusaha menjalankan agama ini sebaik-baiknya dalam seluruh segi kehidupan. Ahlussunnah paling anti maksiat dan paling getol ketaqwaan....ia tidak takut apapun kecuali hanya takut kepada Allah semata.

Padahal kalau kita mau belajar yang namanya kata-kata fanatik, kolot, ketinggalan jaman, fundamentalis atau yang lainnya itu nggak ada di dalam islam. Islam sudah jelas menyuruh manusia menjalankan setiap detik hidupnya untuk beribadah (dalam arti luas). Dengan demikian artinya mau tidak mau umat islam harus menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Nah kalau kita mau menjalankan setiap perintah kemudian dibilang seperti itu, bagaimana ? kita beragama mau menjalankan yang mana ? Ada orang rajin shalat jama''ah dibilang fanatik, nggak mau jabat tangan cowok-cewek fanatik, nggak mau ke bioskop fanatik. Nah terus bagaimana yang nggak fanatik ? Jelas sekali memang semua itu nggak dibolehkan dalam islam... apakah kita mau menjalankan syari''at terus malah dibilang fanatik. Apa ini rasional ?


Istilah Assunnah atau umum disebut ahlussunnah menurut para imam yaitu thariqah atau jalan hidup Nabi shalallahu alaihi wa ssalam di mana beliau dan para sahabatnya berada di atasnya, yang selamat dari syubhat dan syahwat.

Oleh karena itu Al Fudhail bin Iyadh menyatakan, Ahlus Sunnah itu orang yang paling mengetahui apa yang masuk dalam perutnya dari makanan yang halal.. Dan Imam Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, ....dari Abu Sufyan ats-Tsauri ia berkata, Berbuat baiklah pada ahlus sunnah karena mereka itu adalah ghuraba (asing).
Al Imam Ibnul Jauzi mengatakan, ...Tidak diragukan lagi bahwa ahli aqli dan atsar pengikut atsar sahabat Rasulullah dan atsar para sahabatnya, mereka itulah ahlus sunnah.

Dengan demikian dapat diartikan kata ahlus sunnah mengandung 2 makna yaitu :

1. Mengikuti sunnah-sunnah atau atsar-atsar yang datangnya dari Rasululah dan para sahabat ra, menekuni, memisahkan yang shahih dari yang cacat dan melaksanakan apa yang diwajibkan dari perkataan dan perbuatan dalam masalah aqidah mapun hukumnya.

2. Secara khusus dikatakan para ulama Assunnah sebagai i''tiqad shahih yang ditetapkan dengan nash dan ijma''

Imam Malik secara khusus memberikan pengertian tentang Ahlus sunnah yaitu...ahlus sunnah itu adalah mereka yang tidak mempunyai laqab yang sudah terkenal yakni bukan Jahmi, Qadari dan bukan pula Rafidhi ...

Trus apa makna Al-jama''ah ?

Al-Jamaa''ah dapat di artikan sebagai berikut :
- Jamaah itu sekelompok manusia atau kelompok terbesar dari pemeluk islam
- Para imam mujtahid
- Para sahabat Nabi shalallahu alaihi wassalam
- Jamaa''ah kaum muslimin jika sepakat pada suatu perkara
- Jama''ah kaum muslimin yang sepakat jika mengangkat amir

atau secara khusus jama''ah yang ahlussunnah merupakan jama''ah yang melakukan ittiba (pengikutan kepada Nabi) dan meninggalkan ibtida'' (perkara baru dalam agama) dan ini adalah madzab yang haq atau benar. Maka wajib di ikuti dan dijalani.


Orang salaf selalu berusaha mencocokkan setiap amal ibadah maupun pemahaman dengan apa yang telah dilakukan para shalafush shalih. Bukan berarti tidak mengenal ijtihad. Jangan keliru...! Justru salaf senantiasa berusaha memecahkan setiap masalah dengan dasar pertimbangan Al-Qur''an, Hadist, ijma sahabat, penjelasan tabi'in, tabi'ut tabi'in, baru kemudian bila dari sana tidak/belum dijumpai maka para salaf akan melakukan ijtihad tapi dengan tetap sangat hati-hati dan mempelajari dahulu dengan mendalam.

Nah jadi kita-kita ini kalau mengikuti jejak mereka berarti kita termasuk orang-orang salaf yaitu orang yang mengikuti dan memahami agama dengan berdasarkan pemahaman mereka.


------------------------------------------------------
Shalafush shalih artinya orang-orang terdahulu yang shalih dari mulai Rasulullah dan kalangan sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in, para imam muslimin serta setiap orang yang mengikuti jejak mereka sampai hari kiamat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog BULETIN THOLABUL ILMI